Agen Bola
Taruhanbola338.com - Kesan berbeda dirasakan para pemain yang memperkuat Persib Bandung,
terutama bagi pesepakbola yang baru memperkuat tim kebanggaan warga
Bandung dan Jawa Barat di Indonesia Super League (ISL) musim ini.
Beberapa diantara punggawa Persib mengaku kaget, kehadirannya di kota
kembang layaknya artis nasional di mata masyarakat.
Memang, bagi
publik tatar Pasundan, pemain Persib bukan hanya aktor pengolah bola di
lapangan hijau. Melainkan sosok terkemuka yang banyak diidolakan. Bahkan
jika kontribusi seorang pemain dirasa sangat besar bagi Persib, para
Bobotoh tak segan menganggapnya pahlawan. Kondisi ini membuat para
pesepakbola yang bergabung di bawah bendera Pangeran Biru patut
berbangga.
Contoh kecilnya adalah ketika pemain-pemain ini selalu
dikerumuni masyarakat di mana pun mereka berada. Bahkan setiap usai
latihan, puluhan orang penggemar hampir selalu terlihat di Mess Pemain
Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung. Mereka berasal dari berbagai
kalangan, mulai dari anak-anak, hingga orang tua. Bahkan dari Bobotoh
yang berseragam sekolah, hingga yang beratribut Pegawai Negeri Sipil
(PNS)
Tak muluk-muluh, para Bobotoh ini datang hanya untuk
meminta tanda tangan dan foto bersama. Bahkan ada yang sekedar ingin
melihat pemain Persib secara langsung, dan memanggil nama mereka hingga
sang idola menoleh.
Salah satu pemain yang paling banyak
dikerumuni Bobotoh setiap harinya adalah Kenji Adachihara. Meski tampak
pendiam, striker asal Jepang ini selalu menyambut baik setiap penggemar
yang meminta tanda tangan atau pun foto bersama. Kenji mengakui,
apresiasi Bobotoh yang luar biasa membuatnya sangat tersanjung.
"Ini
pertama kali saya membela klub dengan pendukung yang seapresiatif ini.
Dikerumuni penggemar, diminta foto bersama dan tanda tangan di baju,
sudah menjadi hal biasa di Persib. Saya merasa seperti artis di sini,"
ucap Kenji.
Selain kalangan orang dewasa dan remaja, Bobotoh
anak-anak menjadi penggemar utama dari pemain yang musim lalu membela
Persiba Balikpapan ini. Kenji berharap, kehadirannya bisa memberikan
motivasi bagi mereka.
"Apalagi banyak juga anak-anak yang
mengerumuni, saya sangat suka anak-anak. Setidaknnya saya bisa menjadi
motivasi mereka untuk bermain sepakbola. Bukan tidak mungkin nantinya
anak-anak ini menjadi pesepakbola bagus," kata Kenji.
Bukan
hanya pemain, tim pelatih pun merasakan hal yang sama. Apalagi bagi
sosok-sosok di pinggir lapangan, yang dulunya memiliki kontribusi besar
bagi Persib. Sebut saja pelatih kepala, Djadjang 'Djanur' Nurdjaman yang
menjadi pemain bintang Pangeran Biru di era 1980-an. Ada pula direktur
teknik, Indra Thohir, pelatih yang mengantarkan Persib juara 1994/1995.
Abah
Thohir, begitu sapaan akrabnya, juga satu-satunya orang Indonesia yang
pernah menjadi pelatih terbaik Asia, yaitu saat Persib lolos perempat
final Liga Champion Asia 1995. Karena itu, dua sosok ini kerap menjadi
incaran Bobotoh untuk foto bersama.
"Ini karena nama besar
Persib. Bergabung di Persib, kami bukan hanya untuk bekerja di dunia
sepakbola. Lebih dari itu, sampai menjadi public figur. Tentu menjadi
kebanggaan untuk pribadi ya. Dan kami dituntut bersikap ramah setiap
menghadapi Bobotoh," kata Djanur.
Dia mengaku, selama ini tidak
pernah ada pemainnya yang mengeluhkan sikap Bobotoh. Dikerumuni
penggemar setiap berada di kawasan umum, sudah dianggap sebagai bagian
dari pekerjaan di Persib.
"Selama ini tidak pernah ada pemain
yang mengeluh, semua baik-baik saja. Yang penting jangan sampai, datang
ke Mess untuk menyambut kami dengan cara bolos sekolah. Terutama
anak-anak kecil, tidak baik itu. Pengalaman saya, tidak ada tim di
Indonesia yang sambutannya seperti ini. Sekarang beberapa tim lain
memang mulai merasakan hal sama dari pendukungnya." kata Djanur
Berita Bola By;
www.taruhanbola338.com